1.Pantun
Pantun merupakan bentuk puisi asli indonesia.
Pantun merupakan bentuk puisi asli indonesia.
Ciri – ciri pantun sebagai berikut.
1. Banyaknya suku kata tiap lirik sama atau hampir sama (biasanya terdiri 8-12 suku kata).
2. Bersajak ab-ab atau aa-aa.3. Lirik pertama dan kedua di sebut sampiran, sedangkan lirik ketiga dan keempat di sebut isi pantun (maka, tujuan, dan tema pantun).
Perhatikan contoh pantun berikut ini :
PANTUN JENAKA
1. Kelap-kelip lampu diskotik
Ada musik tambah asik
Gimana mau nilai apik
Makannya cuma keripik
2. Jalan-jalan ke pinggir empang
Nemu sendok di pinggir empang
Hati siapa tak bimbang
Saya botak minta dikepang
ikan belut nyangkut di jaring
Perutku sakit menahan tawa
gigi palsu loncat kepiring
PANTUN ROMANTIS
1 Di pinggir kolam makan bubur
Jangan lupa pakai keripik
Dari semalem aye ga bisa tidur
Selalu teringat wajah mu yg cantik
2. Beli kain warna nya merah
Dari kediri pake nya batik
Di godain jangan marah
Salah sendiri punya wajah cantik
3. Ambil nampan dalam lemari
Kelapa muda bikinin jamu
Cowok tampan yang kamu cari
Sudah ada di hadapan kamu
4. Burung merpati burung dara
Hinggap di dukun sakti
Kalo kamu mencintai saya
Ayo kita berikrar janji
5. Kalo mau menanam paku
Tanamlah di dekat pohon jambu
Kalo kau cinta padaku
Bilang saja I LOVE U
PANTUN NASIHAT
1. Sungguh indah syair setanggi
Ditemani para hulubalang
Hidup rajin bagaikan mentari
Kelak hidupmu akan cemerlang
Pantun Peribahasa
1. Ke hulu memotong pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Jangan jadi sesal kemudian
2. Kerat-kerat kayu di ladang
Hendak di buat hulu cangkul
Betapa berat mata memandang
Berat lagi bahu memikul
PANTUN JENAKA
1. Kelap-kelip lampu diskotik
Ada musik tambah asik
Gimana mau nilai apik
Makannya cuma keripik
2. Jalan-jalan ke pinggir empang
Nemu sendok di pinggir empang
Hati siapa tak bimbang
Saya botak minta dikepang
3. Hujan di sumatra
Banjir di Hongkong
Jangan ketawa
Gigi lo ompong
Banjir di Hongkong
Jangan ketawa
Gigi lo ompong
4. Karung hilang diambil amen
Ditinggal bini untuk berlibur
Gimana ente di panggil cemen
Dikasih kecoa kabur terbirit-birit
5 . Ikan gabus di rawa-rawaDitinggal bini untuk berlibur
Gimana ente di panggil cemen
Dikasih kecoa kabur terbirit-birit
ikan belut nyangkut di jaring
Perutku sakit menahan tawa
gigi palsu loncat kepiring
PANTUN ROMANTIS
1 Di pinggir kolam makan bubur
Jangan lupa pakai keripik
Dari semalem aye ga bisa tidur
Selalu teringat wajah mu yg cantik
2. Beli kain warna nya merah
Dari kediri pake nya batik
Di godain jangan marah
Salah sendiri punya wajah cantik
3. Ambil nampan dalam lemari
Kelapa muda bikinin jamu
Cowok tampan yang kamu cari
Sudah ada di hadapan kamu
4. Burung merpati burung dara
Hinggap di dukun sakti
Kalo kamu mencintai saya
Ayo kita berikrar janji
5. Kalo mau menanam paku
Tanamlah di dekat pohon jambu
Kalo kau cinta padaku
Bilang saja I LOVE U
PANTUN NASIHAT
1. Sungguh indah syair setanggi
Merangkai kata bagai hiasan
Ilmu itu harus tinggi
Jangan dunia sebagai batasan
2. Ngengat mengejar kura-kura
5. Tuan raja belajar menari
Bertemu mereka di pelimbahan
Semangat bagai api membara
Tiada padam oleh godaan
3. Kucing hutan belang di kaki
Dipungut oleh anak petani
Rajin itu mengundang rezeki
Membuat mudah hidup ini
Dipungut oleh anak petani
Rajin itu mengundang rezeki
Membuat mudah hidup ini
4. Tunggu kabar tunggu berita
Kepada orang ditanyakan
Jangan bohong haramkan dusta
Apa yang benar engkau katakan
Ditemani para hulubalang
Hidup rajin bagaikan mentari
Kelak hidupmu akan cemerlang
Pantun Peribahasa
1. Ke hulu memotong pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Jangan jadi sesal kemudian
2. Kerat-kerat kayu di ladang
Hendak di buat hulu cangkul
Betapa berat mata memandang
Berat lagi bahu memikul
Pantun budi
1. Anak angsa mati lemas
Mati lemas di air masin
Hilang bahasa karena emas
Hilang budi karena miskin
2. Apa gunanya berkain batik
Kalau tidak dengan sujinya
Apa guna beristri cantik
Kalau tidak dengan budinya
2. Karmina
Karmina merupakan salah satu bentuk Melayu puisi lama., tetapi barisnya pendek (hanya terdiri atas dua baris) sehingga sering disebut sebagai pantun kilat atau pantun singkat. Biasanya di sampaikan untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung. Ciri-ciri karmina sebagai berikut.
1. Memiliki lirik sampiran (satu lirik pertama).Kalau tidak dengan budinya
2. Karmina
Karmina merupakan salah satu bentuk Melayu puisi lama., tetapi barisnya pendek (hanya terdiri atas dua baris) sehingga sering disebut sebagai pantun kilat atau pantun singkat. Biasanya di sampaikan untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung. Ciri-ciri karmina sebagai berikut.
2. Memiliki jeda lirik yang di tandai oleh tanda baca koma (,).
Bersajak lurus (aa).
3. Lirik kedua merupakan isi (biasanya berupa sindiran).
Perhatikan Contoh karmina berikut ini.
Banyak udang, banyak gaam
Banyak orang, banyak ragam
Dahulu parang, sekarang besi
Dahulu sayang, sekarang benci
3. Syair
Syair merupakan jenis puisi yang berasal dari kesusasteraan Arab. Syair adalah puisi lirik yang halus dan penuh gejolak rasa penyair nya. Berikut ini ciri-ciri syair.
2. Setiap bait memberi arti sebagai satu kesatuan.
3. Semua baris merupakan isi.
4. Sajak akhir setiap baris selalu sama (aa-aa).
5. Jumlah suku kata tiap baris hampir sama (biasanya 8-12 suku kata).
6. Isi syair berupa nasehat, perintah, dongeng, cerita, dan sebagainya.
Perhatikan Contoh syair berikut ini.
Serta pandang api itu menjulang
Rasanya arwah ku bagaikan hilang
Dijilat nya rumah-rumah dan
Barang-barang
Seperti anak ayam disambar elang
Seberang-menyeberang rumah habis rata
Apinya cemerlang tiada membuka mata
Bunyi gempar terlalulah gempita
Lemah tulang sendi angota
4. Gurindam
Gurindam merupakan salah satu bentuk puisi Melayu lama yang terdiri atas dua lirik, mempunyai irama akhir yang sama, dan merupakan kesatuan yang utuh. Larik pertama berisikan soal atau perjanjian, lirik kedua merupakan jawatan atau akibat dari perjanjian tersebut. Ciri-ciri gurindam sebagai berikut.
2. Kedua kalimat membentuk kalimat majemuk.
3. Hubungan antara kalimat pertama dan kalimat kedua adalah hubungan sebab-akibat
4. Isi gurindam tercantum pada larik kedua.
Kebanyakan gurindam berisi nasihat atau pelajaran
Perhatikan Contoh gurindam berikut!
Kalau mulut tajam dan kasar
Boleh di timpa bahaya besar
Kalau diri kena perkara
Turut susah sanak saudara
5. Seloka
Seloka berasal dari kesusastraan india dan pada awalnya menggunakan bahasa sansekerta. Seloka merupakan persilangan antara syair dan pantu. Bentuk seloka beberapa di antaranya memiliki sampiran dan isi yang merupakan ciri khas pantun (seloka bentuk pantun). Seloka bersajak akhir aa-aa (pola seloka mengunakan pola syair).
Perhatikan Contoh seloka berikut ini.
Sudah bertemu kasih sayang
Duduk terkurung malam siang
Hingga setapak tiada renggang
Tulang sendi habis terguncang
Ada sekor burung pelatuk
Cari makan di kayu buruk
Tuan umpama ayam pungguk
Segan mencakar rajin mematuk
6. Talibun
Talibun merupakan bentuk puisi melayu lama yang mirip pantun. Jumlah larik talibun minimal enam baris dan jumlah lirik tiap bait selalu genap. Talibun disebut juga dengan pantun panjang.
Perhatikan Contoh talibun berikut ini
Kalau pandai berkain panjang,
Lebih baik kain sarung,
Jika pandai memakainya.
Kalau pandai berinda semang,
Lebih umpama ibu kandung,
Jika pandai membawakan ya.
Membacakan puisi lama memerlukan penghayatan dari pembaca nya. Menghayati berarti mengalami dan merasakan sesuatu dalam batin. Menghayati puisi berarti juga mengalami dan merasakan puisi yang di baca atau di dengar sampai ke-dalam batin. Agar dapat melakukan penghayatan, seorang di tuntut dapat melakukan penafsiran atau interpretasi atas sebuah puisi. Salah satu caranya adalah menghidupkan puisi agar nikmat didengar, baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Untuk keperluan itu, pembaca harus dapat memahami maknanya.
Agar dapat melafalkan puisi dengan baik, pembaca harus menguasai unsur-unsur kebahasaan dan unsur non kebahasaan yang ada puisi yang di hadapi. Unsur-unsur kebahasaan yang perlu dikuasai adalah intonasi dan lafal serta. Pengafalan merupakan upaya untuk menyuarakan pembentukan vokal, konsonan, suku kata, kata, frasa, klausa, dan kalimat. Lafal dikatakan baik bila sesuai dengan puisi yang di baca. Untuk mempermudah, ada baiknya pada puisi di beri tanda seperti perhentian sejenak diberi tanda (/), perhentian lebih lama dengan (/ /), dan tanda (=) sebagai tanda lompatan lirik (enjambemen).
Intonasi waktu pembacaan puisi menyangkut tinggi rendahnya nada baca, keras lemahnya ucapan, dan cepat lambatnya ucapan. Unsur non kebahasaan yang perlu dikuasai adalah sikap wajar dan tenang, gerak-gerik, perubahan raut muka, volume suara, dan kejelasan lafal.
Bedasarkan urayaian penghayatan pembacaan puisi di atas, coba hayati pantun berbalas berikut ini! Minta dua orang teman kalian untuk membacakan pantun tersebut.
Contoh pantun rantai
Bunga melekur cempaka biru
Teras jati bertalam-talam
Tujuh malam semalam rindu
Belum sampai padamu tuan
Bunga rampai di dalam puan
Ruku-ruku dari peringit
Belum sampai padamu tuan
Rindu saya bukan sedikit
Ruku-ruku dari peringis
Teras jati bertalam-talam
Rindu saya bukan sedikit
Nyaris mati semalam-malam
Teras jati bertalam-talam
Kapal berlabuh di lautan sisi
Nyaris mati semalam-malam
Bantal di peluk saya tangsi
Kapal berlabuh di lautan sisi
Patah putri naga-naga nya
Bantal dipeluk saya tangsi
Hendak mati rasa-rasanya
Patah putri naga-naga nya
Tujuh malam semalam rindu
Belum sampai padamu tuan
Bunga rampai di dalam puan
Ruku-ruku dari peringit
Belum sampai padamu tuan
Rindu saya bukan sedikit
Ruku-ruku dari peringis
Teras jati bertalam-talam
Rindu saya bukan sedikit
Nyaris mati semalam-malam
Teras jati bertalam-talam
Kapal berlabuh di lautan sisi
Nyaris mati semalam-malam
Bantal di peluk saya tangsi
Kapal berlabuh di lautan sisi
Patah putri naga-naga nya
Bantal dipeluk saya tangsi
Hendak mati rasa-rasanya
Patah putri naga-naga nya
Sintakkan layar ke indragii
Hendak mati rasa-rasanya
Air ditelan serasa duri
Ikan todak dalam perahu
Anak syahbandar memangku tuan
Tidur tak hendak makan tak mau
Badan terserah padamu tuan
Hendak mati rasa-rasanya
Air ditelan serasa duri
Ikan todak dalam perahu
Anak syahbandar memangku tuan
Tidur tak hendak makan tak mau
Badan terserah padamu tuan
PUISI MODERN
1. Sebuah Pesan
Hidup....
Adalah Sebuah Perjalanan
Hidup Adalah Sebuah Rentang
Waktu, yang ada batas
Dan Batas Akhir hidup
Adalah Kematian.
Maka itu...
Selama rentang waktu itu
Masih ada, kita harus
Memanfaatkannya dengan
Sebaik-baiknya.
Isilah rentang waktu itu.
Dengan daya dan upaya
Nyata...
Raih dan gapailah cita-cita
Dan impikan, selama kita
Masih merasa mampu
Jangan mudah puas dengan
Apa yang ada, dan jangan
Mudah Menyerah apalagi
Putus asa dalam usaha.
Karena keberhasilan tidaknya
Kehidupan kita, ditentukan
Oleh kita sendiri
2. Gadis Pujaan Dalam Mimpiku
Dengan Diselimuti Malam,
Angin Beranjak dan Pergi...
Aku Menatap Bintang Yang
Tersenyum pada rembutan
Melalui batas pandangan,
Disana kulihat gadis ayu
Merabas gelap malam
Dalam diam aku bertanya
''Apakah engkau yang
yang datang wahai gadis
pujaan seseorang?''
3. Getir Menyapu Kalbu
Tersalamasekali
Kulurkan sebuah
Keterasingan
Diantara mimpi- mimpi ku
Lewat sebuah fantasi
Yang makin lama
Terpendam waktu...
Aganku mengembang
Dalam pekatnya malam
Yang mengirimkan seribu
Hasrat
Namun aku hanya
Tengelam dalam
Samudramu
Dan Kesendirian
Berteluk dalam bayanganmu
Kau telah pergi
Meninggalkan sebuah hati
Yang mengambang
Getirpun menyapu kalbu
Setiap aku melihat
Dirimu...
4. Lelah Di Tangismu
Aku menemukan mata
Tersiksa saat itu hujan yang
Bekerumun disudut
Kemudian jatuh sungguh tak
Pernah benar-benar mengerti
Mengapa ia tumbuh...
5. Kudungga Lautmu Tuhan
Semilir di hilir bertongkat
Arus keras mengalir derasnya
Sama dan keras kerap dan malar
Selalu mengusir lalu
Bagaikan hendak kutulis
Seribu garit...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar